Jumat, 02 November 2012

FEMINIM VS TOMBOY



Kalo kita liat personilnya The Virgin, Mitha dan Dara, kita pasti bisa ngeliat perbedaan yang kontras banget antara keduanya. Yang satu kayak cowok, sedangkan yang satunya lagi cewek banget. Atau yang lebih gampangnya, yang satu tomboy, dan yang satunya lagi feminin.

Tomboy. Apa yang ada dalam pikiran kamu waktu kamu dengar atau membaca kata itu. Pastinya adalah cewek yang identik dengan sifat dan perilaku kayak cowok. Jeans belel, kaos longgar, gaya ngomong yang ngasal, dan ceplas ceplos, sepatu kets, tas ransel, doyan olahraga, rada dekil, de el el.
Bagaimana dengan Feminin?
Cewek dengan gaya bicara lemah lembut, sopan, dandanan yang cewek banget, suka assesories yang bisa mempercantik diri, always ber-make up, selalu pake rok, de el el juga. Saya yakin kamu pasti bisa ngebayanginnya sendiri.
Lalu kenapa bisa sampai bisa ada istilah-istilah kayak gitu? Apakah tomboy lebih baik daripada feminin? Atau sebaliknya?
Hmm. Saya juga ga tau… bentar yah, mau tanya Pak Tarno dulu. *dilempar sandal*
Hehe. Sorry, saya lupa. Kan ga boleh ngelantur yah kalo disini.http://www.smileycodes.info
Ok. Lanjuuut!!! Tarik maaaaaaaaaaaaaaang!
Jadi gimana? Yang mana yang lebih baik? Tomboy atau feminin????
Kalo dirunut-runut dari awal. Perlu kita ketahui kalo manusia itu punya potensi. Potensi yang dimaksud disini bukan bakat-bakat terpendam yang musti diasah, terus dikembangkan, terus kita ikut IMB deh. Bukan itu. Benar pemirsa. Bukan itu. Jadi potensi yang dimaksud disini adalah sesuatu yang ada dalam diri manusia. Apa aja itu? Eng ing eeeeeng! Akal, naluri, dan kebutuhan jasmani. Kok bisa? Iya dunk. Akal adalah salah satu potensi yang kita miliki. Yang sangat berguna buat kita. Bayangin aja kalo kita ga punya akal, gimana kita bisa mikir coba? Nah lo! Naluri. Naluri yang saya bahas bukan naluri seperti yang dikenal masyarakat pada umumnya, seperti naluri keibuan, kebapakan, dll. Tapi naluri yang ada dalam diri manusia yang sebenarnya. Yaitu gharizah nau’ (naluri melestarikan jenis), gharizah baqa’ (naluri mempertahankan diri), dan gharizah taddayun (naluri untuk mengagungkan sesuatu). Sedangkan kebutuhan jasmani, yang ini pasti semua orang udah pada tau. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan kita sehari-hari, seperti makan, minum, pup (buang air besar), pipis. Itu semua adalah potensi-potensi yang diciptakan dalam diri manusia oleh Allah. Dan itu lah yang membuat manusia menjadi makhluk yang unik dan punya ciri khas. Dan potensi yang membedakan kita dari mahkluk-makhluk Allah yang lain adalah…???? Yup!! Akal. Seratus buat kamu yang jawab.
Hah?
Ga ada yang jawab yah?
Ah kalian ini.http://www.smileycodes.info
Hmm. Dan dari situ kita bisa menyimpulkan kalo kita itu KEREN!!! YEAH!!!http://www.smileycodes.info*sepi*
Kok ga ada yang tepuk tangan sih. Hiks.
Ehm, tunggu…tunggu.. yang saya bilang keren tadi itu selama kita memanfaatkan potensi-potensi kita sesuai dengan batas-batas syar’i lho. Yaitu yang sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya. Jadi standard satu-satunya yang kita pake adalah ISLAM. Agama yang hebat. Kenapa kok hebat? Karena Islam punya aturan, mulai kita bobo sampai bangun negara. Mulai dari cara berpakaian sampe cara ngomong. But, bukan berarti itu bakalan bikin kita kaku karena kebanyakan diatur. Justru itu yang bikin kita jadi manusia dinamis, yang unik dari segala sisi. Keren ga tuh???!! Ga percaya?? Nih buktinya. Tolong dibantu yahhh… sim salabim jadi apa prok prok prok!
Coba kita ambil contoh. Misalnya tentang kelembutan cewek feminin. Hal itu belum tentu baik. Islam mengatur, kita boleh bersikap lembut hanya kepada kaumnya dan hanya dalam hal yang diperbolehkan aja. Dan itu dilarang jika kita berhadapan dengan orang yang bukan muhrim. Bisa-bisa kesengsem lagi. Hohoho. Bisa berabe deh. Tapi bukan berarti kita harus ngomong galak atau ngomong jorok lhoo! Sewajarnya aja, Neng.
Sabda Rasul SAW :
“ Sesungguhnya Allah lemah lembut dan mencintai kelembutan. Allah akan memberikan anugerah kepada kelembutan yang tidak diberikan kepada kekerasan dan perkara yang tidak diberikan pada yang lain.” (HR. Muslim)
So… Buat yang tomboy, ga perlu maksain diri buat jadi feminim. Gitu juga buat yang feminim, ga perlu ngiri ama yang tomboy. Kalian sama-sama keren, selama itu sesuai dengan batas-batas yang syar’i, seperti yang dibahas tadi. You’re unique gals. Asalkan jangan sampe berinovasi buat ganti kelamin aja. Hee. Kidding.
Oke. Sekarang ga boleh ngotot-ngototan, apalagi sampe jambak-jambakan gara- gara ngeributin masalah tomboy dan feminin. Karena yang dituntut oleh syara’ (aturan Islam) bukanlah ciri ke-tomboy-an atau ke-feminin-an kita.
Tapi…AKHLAK MULIA…yang musti nempel di diri kita.
Dimanapun kita berada… terpancarlah keindahan…
“ INDAH DAN UNIK”
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun. Walaupun itu hanya menampakkan wajah yang berseri-seri pada saudara kita. Coz Allah ga akan meremehkan hal yang kecil itu.
“Engkau jangan menyepelekan kebaikan sedikit pun, meski hanya sekedar bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim)
Sekali lagi…. KAMU UNIK!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar